cool hit counter

PDM Kota Bekasi - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Bekasi
.: Home > Program Kerja

Homepage

Program Kerja

 





PROGRAM KERJA

MUHAMMADIYAH KOTA BEKASI

TAHUN 2015 - 2020


BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
      Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, oleh karenanya sudah sepantasnya dan sepatutnya kita sebagai insan yang beriman untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadliratNya, karena atas rahmat pertolongan dan kasih sayangNya kita masih dalam keadaan sehat wal’afiyat, selanjutnya semoga sholawat serta salam semoga senantiasa Allah limpah ruahkan kepada tauladan ummat, baginda Rasulullah Muhammad S.A.W., beserta keluarga, sahabat beliau dan semoga tercurah pula kepada kita beserta keluarga yang senantiasa istiqomah berusaha menjalani sunah-sunahnya.

Sebagai organisasi kemasyarakatan(Ormas) Islam Modern terbesar di Dunia, Muhammadiyah memiliki peran yang sangat besar dalam proses transformasi Islam di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara. Selama ini, Muhammadiyah memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan masyarakat, serta tumbuh dan berkembang bersama masyarakat temasuk di Kota Bekasi.Faktor ini pula yang kemudian memungkinkan menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu agen perubahan sosial (agent of social change)dalam rangka meneruskan tugas membumikan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat termasuk dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan.

Apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah selama ini pada dasarnya merupakan perwujudan dari upayanya untuk mencapai maksud dan tujuan organisasi gerakan Muhammadiyah itu sendiri, yaitu “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Sebagai tindak lanjutnya, Muhammadiyah juga telah menggariskan usaha-usaha, program dan kegiatannya yang meliputi :

(1)     Menanamkan keyakinan, memperdalam dan memperluas pemahaman, meningkatkan pengamalan, serta  
         menyebarluaskan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan;

(2)     Memperdalam dan mengembangkan pengkajian ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan untuk mendapatkan
         kemurnian dan kebenarannya;

(3)     Meningkatkan semangat ibadah, jihad, zakat, infak, wakaf, shadaqah, hibah, dan amal shalih lainnya;

(4)     Meningkatkan harkat, martabat, dan kualitas sumberdaya manusia agar berkemampuan tinggi serta berakhlaq mulia;

(5)     Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan, mengembang-kan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
         seni, serta meningkatkan penelitian;

(6)     Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas;

(7)     Meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat;

(8)     Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumberdaya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan;

(9)     Mengembangkan komunikasi, ukhuwah, dan kerjasama dalam berbagai bidang dan kalangan masyarakat dalam dan
         luar negeri;

(10)   Memelihara keutuhan bangsa serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

(11)   Membina dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anggota sebagai pelaku gerakan;

(12)   Mengembangkan sarana, prasarana, dan sumber dana untuk mensukseskan gerakan;

(13)   Mengupayakan penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran serta meningkatkan pembelaan terhadap masyarakat;
         dan

(14)   Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah (ART Muhammadiyah pasal 3).

        Maksud dan tujuan serta usaha-usaha yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagaimana diuraikan di atas, merupakan bukti dari keyakinan Muhammadiyah bahwa Rasulullah SAW dan ajaran yang dibawanya adalah rahmatan lil alamin. Karena itu, kehadiran Islam ditengah kehidupan masyarakat harus mewujudkan kedamaian dan rasa tentram baik bagi manusia demikian juga seluruh alam semesta.Allah mengutus Rasulnya Muhammad SAW sebagai petunjuk kepada manusia agar manusia senantiasa berjalan di atas jalan yang benar. Islam membawa rahmat dan kesejahteraan tidak hanya bagi manusia saja, melainkan seluruh alam semesta termasuk hewan, tumbuhan, jin dan makhluk lainnya. Allah berfirman dalam surat Al Anbiya : 107  yang artinya : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Islam sebagai rahmatan lil’alamin, mengharuskan bahwa seluruh alam semesta ini mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Muhammad SAW.Beliau adalah penutup nabi–nabi dan tidak ada lagi nabi setelahnya.Rasulullah SAW telah mengingatkan manusia terhadap fitrahnya, mengajarkan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan qaidah syariat, mengajarkan tentang bertoleransi dalam kehidupan, mengajarkan tentang tatanan sosial dan cara hidup yang lengkap guna menciptakan kedamaian dan kesejahteraan dalam kehidupan.

 

B.        GAMBARAN UMUM  Dan SEJARAH SINGKAT KOTA BEKASI
       Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini sekarang berada dalam lingkungan megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota besar ke empat di Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri, kota bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan Kota Pejuang. Secara geografis Kota Bekasi berada pada ketinggian 19 m di atas permukaan laut. Kota ini terletak di sebelah timur Jakarta; berbatasan dengan Jakarta Timur di barat, Kabupaten Bekasi di utara dan timur, Kabupaten Bogor di selatan, serta Kota Depok di sebelah barat daya.

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya. Bekasi tempo dulu merupakan ibu kota Kerajaan Tarumanegara dengan sebutan Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri. Di kota inilah asal Maharaja Tarusbawa, pendiri Kerajaan Sunda menurunkan raja-raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya, penguasa Pajajaran yang terakhir.

Pada masa kolonial Hindia-Belanda, Bekasi merupakan salah satu kewedanaan di dalam Kabupaten Meester Cornelis, yang termasuk ke dalam wilayah karesidenan Batavia En Omelanden. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih di kuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina. Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut mengubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Regenschap Meester Cornelis menjadi Ken Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman[5]. Pada tahun 1950, Kabupaten Meester Cornelis (Jatinegara) berubah nama menjadi Kabupaten Bekasi. Dan Kota Bekasi merupakan sebuah kecamatan dari Kabupaten Bekasi yang kemudian berkembang dan ditingkatkan statusnya pada tahun 1982 menjadi kota administratif Bekasi. Kota Bekasi saat itu terdiri atas empat kecamatan yaitu kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Bekasi Utara, serta meliputi 18 kelurahan dan 8 desa. Pada tahun 1996 kota administratif Bekasi kembali ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya (sekarang "Kota").

Pada perkembangannya kini sesuai dengan Perda No. 4 tahun 2004, Kota Bekasi mempunyai 12 kecamatan, yang terdiri dari 56 kelurahan, yaitu : 1. Kecamatan Bekasi Barat, 2. Kecamatan Bekasi Selatan, 3. Kecamatan Bekasi Timur, 4. Kecamatan Bekasi Utara, 5. Kecamatan Pondok Gede, 6. Kecamatan Jatiasih, 7. Kecamatan Bantar Gebang, 8. Kecamatan Jatisampurna, 9. Kecamatan Medan Satria, 10. Kecamatan Rawalumbu, 11. Kecamatan Mustika Jaya dan 12. Kecamatan Pondok Melati.

Selain menjadi wilayah pemukiman, Kota Bekasi juga berkembang sebagai Kota perdagangan, jasa dan industri. Untuk menunjang perkembangannya, Pemkot Bekasi telah mengembangkan Satuan Pelayanan Satu Atap (SPSA) yang mendapatkan Citra Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Pemkot Bekasi terus mengembangkan fasilitas-fasilitas yang mendukung aktifitas masyarakat, seperti pasar tradisional dan modern, perumahan, tempat ibadah, sarana pendidikan dan kesehatan.

Dukungan sarana transportasi darat di Kota Bekasi, terus dievaluasi dan dikembangkan. Bus dan stasiun KA Bekasi telah memiliki trayek cukup banyak sehingga mobilitas masyarakat, barang dan jasa sehari-hari dapat berjalan dengan lancar. Memiliki akses langsung ke pelabuhan Tanjung Priuk dan Bandara Soekarno Hatta melalui jalur bebas hambatan pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur melintasi Jakarta, atau sebaliknya. Posisi Kota Bekasi juga semakin penting berada di jalur tol Jakarta Cikampek setelah dibangunnya jalan tol Cipularang, yang menghubungkan secara cepat antara Bandung dengan Jakarta. Saat ini juga telah mulai dijalankan pengembangan jalan tol JORR (Jakarta Out Ring Road) yang menghubungkan tol Jagorawi dengan Cikunir.

Sektor industri dan perdagangan merupakan sektor yang diunggulkan, ini sesuai dengan Visi Kota Bekasi, yaitu unggul dalam jasa dan perdagangan, kini berkembang sangat pesat. Selain itu, banyak juga industri kecil yang berkembang dan telah dapat membuka pasar internasional. Perdagangan ikan hias yang ada di Kota Bekasi saat ini merupakan komoditi terbesar di Asia Tenggara. Dieksport ke berbagai negara Australia, Belanda dan Selandia Baru. Sektor industri besar juga telah menetapkan Kota Bekasi sebagai kawasan perindustrian yang dapat memberikan keuntungan bagi pengusaha lokal maupun internasional.

Berkembangnya berbagai potensi daerah di Kota Bekasi, juga tidak lepas dari adanya fasilitas akomodasi seperti perhotelan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan sendiri, selalu menyiapkan segala fasilitas apabila investor akan masuk di Kota Bekasi. Demikian pula fasilitas perbankan dan perumahan.

C.    GAMBARAN UMUM MUHAMMADIYAH DI KOTA BEKASI
           Proses transformasi nilai-nilai Islam sebagaimana yang dikehendaki ini terus berjalan menapaki setiap jengkal bumi, termasuk di dalamnya di tatar Kota Bekasi dengan keunggulan, peluang, tantangan dan kendala yang menyertainya. Semua itu, turut mempengaruhi pasang surut perkembangan Islam yang kehadirannya di bagian barat laut Jawa Barat ini sudah berlangsung sejak lebih kurang delapan abad yang lalu.Bahkan, proses internalisasi keislaman ke dalam karakter kehidupan masyarakat Kota Bekasi telah menjadikan Islam sebagai bagian identitas masyarakat Kota Bekasi itu sendiri. Ajaran Islam yang datang ke tatar Sunda mendapat sambutan yang hangat karena ternyata memiliki banyak kesesuaian dengan budaya dan karakter Sunda.Islam yang rahmatan lil ‘alaminbertemu dengan karakter khas dari budaya religius Sunda yang selalu mengembangkan silih asah, silih asih, silih asuh. Walaupun dinamika kehidupan sosial Kota Bekasi semakin berubah yang semula banyak dihuni oleh penduduk dengan etnis Sunda, namun sesuai dan seiring perkembangan Kota Bekasi yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Negara, secara cepat berubah menjadi daerah urban yang banyak menampung berbagai suku daerah, juga berbagai agama yang tumbuh di Kota Bekasi.

Dengan demikian, proses membumikan ajaran Islam di Kota Bekasi ini bukan tanpa kendala. Terlebih kalau mengingat perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi, semakin hilangnyasekat penetrasi informasi, demikian juga liarnya kelahiran dan perkembangan faham serta isme-isme di tengahmasyarakat. Karena itu, menjadi suatu keharusan bagi persyarikatan Muhammadiyah untuk selalu melakukan evaluasi sekaligus instrospeksi atas apa yang telah dan akan dilakukannya. Sesuai dengan ruh gerakannya, yaitu gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar, gerakan Muhammadiyah dituntut selalu aktual, dinamis, progresif, profesional, mencerahkan dan berkemajuan.

Secara historis, Muhammadiyah mulai masuk ke Daerah Kota Bekasi secara resmi pada tahun 1928, artinya sudah 88 (delapan puluh delapan tahun) mendekati bilangan 90 tahun keberadaan Muhammadiyah di Kota Bekasi. Harus diakui, bahwa dalam rentang waktu itu ternyata Muhammadiyah Kota Bekasi belum mampu berbuat banyak terutama dibandingkan dengan Kabupaten dan Kota  lain di Jawa Barat khususnya, baik Garut, Tasik, Ciamis, Kab. Bandung, Kota Bandung, Kab Kuningan, Kota Cirebon, Kab Sukabumi, Kab. Bogor maupun Kabupaten dan Kota lainnya. Secara faktual sampai tahun 2016 ini, dari 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi, 12(dua belas) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang terdapat di Kota Bekasi baru terbentuk di 8(delapan) Kecamatan, 4(empat) Kecamatan lainnya belum terbentuk  PCM dan masih bergabung dengan PCM disekitarnya. Adapun Kecamatan yang belum terbentuk PCM-nya adalah sebagai berikut : 1. Kecamatan Jati Asih, 2. Kecamatan Pondok Melati, 3. Kecamatan Jati Sampurna, dan 4. Kecamatan Bandar Gebang. 

Namun demikian meskipun belum seluruh Kecamatan terbentuk PCM, secara keseluruhan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi sudah terbentuk sejumlah 12 PCM dan 57 PRM, hal tersebut dikarenakan ada Kecamatan yang memiliki lebih dari 1(satu) PCM. Diantaranya Kecamatan Bekasi Timur yang memiliki PCM Bekasi Timur 1 dan PCM Bekasi Timur 2, Kemudian Bekasi Utara yang memiliki 3 PCM yaitu PCM Bekasi Utara, PCM Harapan Jaya dan PCM Kali Abang Tengah. Juga ada PCM khusus yang anggota PRMnya merupakan gabungan beberapa Kecamatan yaitu PRM yang berada di Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Barat, adapun PCM khusus tersebut adalah PCM Perumnas I. Secara organisatoris seluruh PCM dan PRM yang telah terbentuk dan terkoordinasi di PDM Kota Bekasi, secara keseluruhan baru sebagian kecil dari Persyarikatan di PWM Jawa Barat yang terdiri dari 27 PDM, 322 PCM dan 1335 ranting dari 27 Kota/Kabupaten, 627 jumlah kecamatan dan 5984 Kelurahan & Desa. Dan PDM Kota Bekasi masih mempunyai peluang untuk membina, menumbuhkan PCM dan PRM yang ada, serta mempunyai peluang untuk menambah PCM dan PRM terutama di Kecamatan-kecamatan tersebut di atas yang belum terbentuk PCM dan PRMnya. Dan tantangan yang lebih besar kedepan adalah menyangkut pertumbuhan dan pengelolaan amal usaha, disamping rekruitmen, pembinaan dan transformasi kader.

Beberapa pertimbangan di atas menuntut kesungguhan dalam merumuskan langkah-langkah kongkrit yang mampu menjamin semakin mendekati ke arah tercapainya tujuan Muhammadiyah dalam bentuk program yang dirumuskan dalam musyawarah Daerah, sebagai suatu rancangan kegiatan yang harus dilaksanakan pada setiap tahapan, baik yang bersifat jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang sesuai dengan visi dan misi pengembangan yang ditetapkan persyarikatan.Sebagaimana diamanatkan dalam Muktamar ke-47, juga amanat Musyawarah Wilayah Muhammadiyah JABAR ke 20 di Ciamis, kebijakan pengorganisasian dan pelaksanaan program di tingkat Daerah meliputi tiga aspek/fungsi, pertama sebagai pelaksana kebijakan Pimpinan Pusat dan Wilayah dalam melaksanakan program umum menyeluruh/nasional & regional, kedua bertanggung jawab dalam pengorganisasian secara umum terhadap pelaksanaan program di bawahnya, dan ketiga melaksanakan kebijakan-kebijakan khusus sesuai dengan kewenangan dan kepentingan Daerah.Hal ini juga menguatkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam baik dalam melaksanakan program maupun keberadaan, peran, dan kiprahnya tidak pernah lepas dari kondisi atau konteks lingkungan yang melingkupinya.

 

      C.1.  Landasan Perumusan Program                           
           Program Muhammadiyah Daerah Kota Bekasi tahun 2015 – 2020 dirumuskan  di atas landasan :

1.  Al-Qur’an dan Al-Sunnah Al-Maqbulah;

2.  Nilai-Nilai Dasar Gerakan: a) Muqaddimah Anggaran Dasar; b) Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah; c) Kepribadian Muhammadiyah; d) Khitthah Perjuangan Muhammadiyah; e) Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah;

3.  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah; dan

4.  Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar. Dan Tanfidz Keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke 20 di Ciamis

 

      C.2.  Prinsip-Prinsip Perumusan Program

Program Muhammadiyah Daerah Kota Bekasi tahun 2015 – 2020 dirumuskan dan dilaksanakanberdasarkan pada prinsip-prinsip:

1.    Tauhidullah, yaitu perwujudan dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah yang harus menjiwai dan mewarnai setiap gerakan persyarikatan, pimpinan dan warganya

2.    Ibadah dan khilafah, yaitu perwujudan dan pelaksanaan dari tugas dan fungsi hidup manusia, baik sebagai `abd Allah yang bertugas hanya beribadah kepada Allah dan khalifah Allah yang selalu berbuat ihsan kepada sesama manusia dan makhluk-Nya.

3.    Risalah dan Dakwah, yaitu perwujudan dan pelaksanaan misi dakwah Islamiyah, amar makruf nahyi munkar.

4.    Rahmah dan Maslahah, yaitu mengutamakan kepentingan dan kemanfa’atan bagi umat dan bangsa sesuai dengan misi Islam, rahmatan li al-`alamin.

5.    Manhaji (sistemik), yaitu keterpaduan baik dalam kebijakanPersyarikatan maupun dalam perencanaan danpelaksanaannyadengan senantiasa memperhitungkan hal-hal sebagai berikut:

a)    Fleksibel, efisien, dan efektif, yakni sesuai denganketersediaan sumberdaya, tepat sasaran dan menghindari overlap;

b)    Rasional dan berkemajuan, yakni memiliki argumen yang benar, realistis dan dapat diterima serta memanfaatkan secara proporsional dan optimal perkembangan sains dan teknologi;

c)    Kreatifitas lokal dan desentralisasi proporsional, yakni di samping mengacu pada program nasional dan Daerah, juga mempertimbangkan permasalahan dan potensi lokal dengan memadukan secara berimbang dan proporsional antara pendekatan sentralistik (top-down) dan pendekatan desentralistik (bottom-up).

6.    Tabsyir dan taisir, yaitu menggembirakan (tabsyir) dan memudahkan (taisir) sehingga pelaksanaan program diliputi suasana penuh keikhlasan dan kegembiraan dari segenap anggota pimpinan dan warga persyarikatan.

             C.3.  Visi Muhammadiyah Kota Bekasi

Melalui Gerakan Pencerahan, Muhammadiyah Kota Bekasi Bertekad Menjadikan Islam Berkemajuan untuk membumikan Nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil’alamin menuju Terciptanya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

C.4.  Misi Muhammadiyah Kota Bekasi

1.    Menanamkan dan memperteguh keyakinan, ‘aqidah tauhid yang murni.

2.    Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dan keta’atan dalam beribadah dan bermu’amalah sesuai dengan tuntunan dan tuntutan syari’ah.

3.    Mengembangkan dan menyebarluaskan pemahaman serta meningkatkan penghayatan ajaran Islam yang bersumber kepada Al Qur'an dan Sunnah Rasul guna merespon persoalan-persoalan kehidupan.

4.    Mewujudkan nilai-nilai Islami dalam bersikap dan bertindak di tengah-tengah realitas kehidupan (pribadi, keluarga dan masyarakat).

5.    Membangun Manajemen organisasi yang baik dan berorientasi serta didesain pada kebersamaan, keutuhan dan keterbukaan.

 

C.5.  Tujuan (Visi Muhammadiyah 2020)

Program Muhammadiyah Daerah Kota Bekasi lima tahun ke depan ini, berpedoman dan mengacu kepada program Muhammadiyah 2015 - 2020, yang merupakan hasil keputusan Muktamar ke-47 dan sekaligus hasil keputusan Musyawarah Wilayah Jawa Barat ke-20 yang meliputi (a) terciptanya transformasi (perubahan cepat ke arah kemajuan) sistem organisasi dan jaringan yang maju, profesional, dan modern; (b) berkembangnya sistem gerakan dan amal usaha yang berkualitas utama dan mandiri bagi terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya;dan(c)berkembangnya peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global yang dimodifikasi seirama dengan kewenangan, kreativitas, kepentingan dan potensi serta permasalahan yang berkembang di Daerah Kota Bekasi.

C.6.  Sasaran

1.    Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia yang ditekankan pada tercapainya keunggulan SDM yang mampu menghadapi tuntutan kehidupan di berbagai bidang dengan mengandalkan integritas kepribadian, ketaatan kepada ajaran agama (Islam), penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kemampuan keahlian di atas rata-rata yang lain.

2.    Meningkatnya kualitas dan pengembangan gerakan yang ditekankan pada terciptanya kekuatan gerak Persyarikatan baik secara internal maupun eksternal sebagai modal penggerak bagi pengembangan peran-peran Muhamadiyah dalam berbagai bidang dalam rangka pencapaian tujuan Persyarikatan.

3.    Berkembangnya amal usaha Muhammadiyah ditekankan pada terciptanya peningkatan kuantitas dan kualitas dalam berbagai segi sehingga memiliki keunggulan dan mampu berkhidmat kepada kepentingan umat/masyarakat luas.

4.    Intensifnya penggalian dana dan pendayagunaan aset Persyarikatan sehingga tercipta kemandirian organisasi dalam menghadapi berbagai kendala dan pelaksanaan program.

 

          C.7.  Strategi

Strategi yang ditempuh dalam perumusan dan pelaksanaan program adalah konsolidasi, kaderisasi, kristalisasi, revitalisasi, reformasi, refungsionalisasi, dan pencerahan.

 

          C.8.  Prioritas Program

Untuk jangka lima tahun kedepan, beberapa prioritas menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan gerak langkah persyarikatan di Daerah Kota Bekasi yang meliputi :

1.      Penguatan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi sebagai tempat konsentrasi administrasi, pengorganisasian dan pelaksanaan program.Termasuk di dalamnya adalah membina, mendorong, memotivasi dan memfasilitasi pemekaran Cabang dan Ranting yang ada di Kota Bekasi, khususnya di 4 (empat) Kecamatan sebagai berikut : 1. Kecamatan Bantar Gebang, 2. Kecamatan Jati Asih, 3. Kecamatan Pondok Melati dan 4. Kecamatan Jati Sampurna

2.      Pengembangan kuantitas dan kualitas Cabang-Ranting sebagai basis penguatan, pemberdayaan, dan perluasan gerakan Muhammadiyah di akar-rumput sebagai bagian penting dan strategis dalam mengembangkan kekuatan civil Islam (masyarakat madani, civil society) di masyarakat.

3.      Pengembangan sistem gerakan yang ditekankan pada pengayaan dan penyebarluasan ideologi dan pemikiran yang menjadi basis bagi pengembangan nilai-nilai keagamaan, intelektualitas, dan praksis gerakan yang bersifat pembaruan sebagai bagian penting dan strategis bagi pengembangan tajdid Muhammadiyah untuk pencerahan masyarakat.

4.      Pengembangan kualitas sumberdaya anggota dan kader sebagai pelaku gerakan yang mampu mendinamisasi dan memperluas peran strategis Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan percaturan global.

5.      Pengembangan amal usaha dan praksis sosial Muhammadiyah yang unggul dengan mengintensifkan dan memperluas program ekonomi, pemberdayaan masyararakat, dan gerakan jama’ah sebagai basis kemandirian dan kekuatan strategis Muhammadiyah.

6.      Pengembangan model gerakan pencerahan Muhammadiyah ke dalam program berbasis komunitas yang bersifat membebaskan, memberdayakan, dan memajukan bagi kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.

7.      Pengembangan peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan negara serta percaturan global yang berbasis pada prinsip, kepribadian, kemandirian, keseimbangan, dan kemaslahatan sesuai misi utama Muhammadiyah.

 


BAB II

PROGRAM UMUM PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA BEKASI

TAHUN 2015-2020

 

 

A.  KONSOLIDASI IDEOLOGI

1.  Visi Pengembangan.

Berkembangnya prinsip-prinsip, idealisme, dan konsep-konsep dasar gerakan yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan serta berperan aktif dalam dinamika kehidupan komunitas-komunitas keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global.

 

2.  Program Pengembangan.

1.    Mengintensifkan dan menuntun serta turut mengawasi pembinaan ideologi di seluruh lingkungan organisasi termasuk di amal usaha, majelis/ lembaga, dan organisasi otonom Muhammadiyah melalui berbagai usaha yang terintegrasi sehingga prinsip, visi, dan misi Muhammadiyah teraktualisasi dalam aktivitas gerakan.

2.    Mengintensifkan dan menuntun serta turut mengawasi pemasyarakatan Manhaj Gerakan Muhammadiyah (Muqaddimah, Kepribadian, Khittah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup, Pedoman Hidup Islami, dan lain-lain) sebagai sumber inspirasi, acuan, dan tuntunan di seluruh lingkungan organisasi dan anggota Persyarikatan.

3.    Meningkatkan posisi dan fungsi persyarikatan Muhammadiyah sebagai sumber inspirasi dan rujukan pemikiran baik di dalam maupun di luar persyarikatan sehingga Muhammadiyah menjadi kekuatan strategis dan tenda besar bagi ummat, bangsa dan Negara.

4.    Mengembangkan ideopolitor (ideologi, politik dan organisasi), up grading, refreshing, dan pengajian-pengajian atau kajian-kajian pimpinan yang diselenggarakan di semua lini baik di tingkat pimpinan persyarikatan maupun pimpinan amal usaha Muhammadiyah sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan, komitmen dan aksi gerakan terutama dalam menghadapi kompleksitas tantangan.

5.    Memprioritaskan pembinaan dan pengembangan sekolah-sekolah kader, organisasi otonom dan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat pembibitan kader Muhammadiyah.

6.    Meningkatkan dan mengembangkan model-model pembinaan jamaah dan pembinaan Muhammadiyah di akar rumput.

7.    Meningkatkan upaya–upaya pengorganisasian dan penyebaran kader-kader Muhammadiyah dalam lembaga-lembaga strategis.

8.    Mendistribusikan  konsep-konsep pemikiran strategis dalam menghadapi isu-isu, masalah, dan tantangan umat, bangsa dan perkembangan global sebagai bingkai konseptual bagi seluruh institusi dan warga persyarikatan dalam menghadapi perkembangan zaman.

     

B.  KONSOLIDASI KELEMBAGAAN

1.  Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas kelembagaan dan tata kelola organisasi yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan serta berperan aktif dalam dinamika kehidupan komunitas-komunitas keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global.

2.  Program Pengembangan

1.      Meningkatkan kapasitas organisasi dan kepemimpinan yang efektif dan berbasis system.

2.      Membangun managemen organisasi Muhamamdiyah agar berjalan efektif, efisien, profesional, akuntabel dan kuat dalam memobilisasi seluruh jaringan dan kekuatan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan.

3.      Mengembangkan budaya kerja organisasi yang amanah dan terukur (measurable) di seluruh jenjang organisasi dan AUM.

4.      Mengembangklan instrumen-instrumen penilaian kinerja organisasi sebagai wujud pengelolaan organisasi yang amanah.

5.      Membangun Muhammadiyah sebagai organisasi berbasis gerakan kultural yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

6.      Meningkatkan pemberdayaan ranting Muhammadiyah dalam usaha membangun masyarakat akar rumput yang berbasis ranting serta membangkitkan kembali gerakan Muhammadiyah di tingklat jamaah.

7.      Mengintensifkan pembinaan cabang dan ranting yang lebih sistematis disertai pemetaan yang akurat.

8.      Mengembangkan data base persyarikatan yang sudah dimiliki ke arah terwujudnya peta dakwah sebagai rujukan dalam penentuan sasaran, pemilihan pendekatan dan metode pengambangan program persyarikatan.

9.      Meningkatkan, mengembangkan dan menerapkan system tata kelola organisasi  di seluruh tingkat pimpinan dan amal usaha.

10.   Meningkatkan, mengembangkan dan menerapkan system tata kelola keuangan termasuk pembuatan RAPB dan evaluasi keuangan di seluruh tingkat pimpinan dan amal usaha Muhammadiyah.

11.   Meningkatkan, mengembangkan dan menerapkan ketentuan mengenai pelaporan keuangan di seluruh tingkat pimpinan dan amal usaha Muhammadiyah.

12.   Menyempurnakan konsep/pedoman dan tuntunan teknis system tata kelola adminstrasi organisasi maupun keuangan di seluruh tingkat pimpinan maupun amal usaha Muhammadiyah.

13.   Mengintensifkan koordinasi, kemunikasi dan kunjungan ke PCM/PRM terutama yang perlu prioritas pembinaan dan pengembangan.

 

C.  PENINGKATAN KUALITAS PIMPINAN& KADER

1.  Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas, kapasitas, kinerja, dan akuntabilitas pimpinan persyarikatan di berbagai tingkatan dalam meningkatkan kinerja dan kontribusi yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan serta berperan aktif dalam dinamika kehidupan komunitas-komunitas keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global yang sejalan dengan prinsip, Kepribadian, Khittah, dan kapasitas Persyarikatan.

 

2.  Program Pengembangan

1.         Mendorong fungsi–fungsi kepemimpinan transformatif dalam menggerakkan Persyarikatan.

2.         Meningkatkan kualitas dan fungsi-fungsi kepemimpinan organisasi di seluruh tingkatan agar mampu menjalankan misi Persyarikatan.

3.         Meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pimpinan persyarikatan, pimpinan Ortom, maupun pimpinan amal usaha di berbagai tingkat sesuai dengan kewenangan, prinsip dan ketentuan organisasi.

4.         Mendorong dan memfasilitasi tampilnya para pimpinan Persyarikatan, Ortom, dan AUM pada forum-forum dan media-media lokal, regional dan nasional sebagai perwujudan partisipasi dan kontribusi Muhammadiyah dalam upaya membangun peradaban utama.

5.         Mengembangkan model-model pengembangan jumlah dan mutu anggota dan kader Muhammadiyah;

6.         Meningkatkan perhatian dan kesungguhan dalam mempersiapkan kader baik untuk kepentingan organisasi, umat, maupun bangsa.

7.         Meningkatkan mutu kader Muhammadiyah di dalam dan luar negeri melalui optimalisasi kerjasama dengan berbagai instansi dalam dan luar negeri;

8.         Menggalang potensi kader Muhammadiyah di Kota Bekasi yang tersebar pada berbagai instansi bagi pengembangan visi dan misi persyarikatan.

9.         Mengembangkan model pemberdayaan warga Muhammadiyah untuk terlibat dalam proses penataan otonomi daerah dan pengembangan masyarakat madani.

10.      Meningkatkan ikatan persaudaraan kader pada berbagai instansi melalui berbagai kegiatan rutin tradisi Muhammadiyah.

11.      Mengintensifkan pembinaan alumni sekolah-sekolah kader, pimpinan Ortom, mantan karyawan maupun alamuni jamaah haji dan umrah sebagai kader pengembangan idiologi dan dakwah amar maruf nahi munkar persyarikatan.

 

D.  PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN KOMUNITAS

1.  Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas kehidupan keluarga berdasarkan prinsip keluarga sakinah, mawaddah dan wa rahmah untuk menopang kehidupan komunitas-komunitas dan kehidupan bermasyarakat, sebagai wujud keberhasilan dakwah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan dalam dinamika kehidupan komunitas-komunitas keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global.

 

2.  Program Pengembangan

1.    Membuat dan menyebarkan tuntunan praktis berkeluarga yang sakinah diwarnai mawaddah wa rahmah dengan mengacu kepada Pedoman Hidup Islami warga Muhammadiyah (PHIWM) maupun tuntunan keluarga Sakinah yang disusun oleh 'Aisyiyah.

2.    Memfasilitasi dan menyelenggarakan model-model bimbingan, konseling, advokasi, serta pusat-pusat pemecahan krisis keluarga (family crisis centre);

3.    Meningkatkan gerakan penggunaan alat komunikasi dan hiburan yang baik, benar dan sehat, seperti TV, radio, hand phone, gadget, game online  dan lain – lain;

4.    Membuat tuntunan, menyebarluaskan dan mendirikan cara hidup sehat dalam keluarga sejak lahir sampai kematian dengan kekhususan dalam reproduksi;

5.    Menggerakkan budaya membaca, menulis, mendengar pendapat orang lain, berdiskusi, berdebat argumentatif, serta mengaku kelemahan atau kesalahan diri sendiri.

6.    Meningkatkan gerakan Keluarga Sakinah sebagai basis pengembangan komunitas yang dikelola oleh 'Aisyiyah.

 

E.  PARTISIPASI KEBANGSAAN DAN KEMANUSIAAN UNIVERSAL

1.  Visi Pengembangan

Berkembangnya peran-peran strategis Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam berkemajuan dalam mewarnai kebijakan negara dan pemerintah dalam isu-isu kebangsaan dan kemanusiaan universal sebagai perwujudan dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar sesuai prinsip, Kepribadian, Khittah, dan kapasitas Muhammadiyah.


2.  Program Pengembangan

1.    Pro aktiv meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan institusi-institusi penentu kebijakan public untuk kepentingan pengembangan persyarikatan;

2.    Meningkatkan perhatian, kepedulian, dan penyikapan terhadap persoalan-persoalan public terutama yang berkenaan dengan keagamaan (Islam), kemasyarakatan, dan kebangsaan;

3.    Meningkatkan prakarsa untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat banyak ke instansi yang proporsional untuk aspirasi tersebut;

4.    Meningkatkan aspirasi dan komunikasi dengan ormas Islam, memperkuat ukhuwah Islamiyah terutama dalam menyelesaikan masalah strategis ummat;

5.    Memperkuat posisi dan peran Muhammadiyah dalam berbagai kegiatan strategis, selektif, dan produktif bagi kepentingan ummat dan bangsa.

6.    Menggembirakan, mengintensifkan, mengkonsolidasikan dan menuntunkan peran-peran persyarikatan dalam kerja-kerja kemanusiaan dengan pendekatan dakwah Islam berkemajuan.

 

F.   PENGEMBANGAN KEMITRAAN

1.  Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas dan intensitas hubungan kelembagaan yang menunjukkan peran strategis dan keterlibatan proaktif Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam dinamika kehidupan komunitas-komunitas keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global sesuai prinsip, Kepribadian, Khittah, dan kapasitas Persyarikatan

 

2.  Program Pengembangan

1.    Meningkatkan partisipasi Muhammadiyah Kota Bekasi dalam forum-forum regional dan nasional;

2.    Meningkatkan komunikasi, jaringan dan kerjasama dengan ormas-ormas setingkat maupun kekuatan strategis lain, baik yang berlandaskan keagamaan, kedaerahan atau kebangsaan;

3.    Mengembangkan kerjasama yang proaktif dan harmonis dengan berbagai pihak/instansi pemerintah maupun swasta yang saling menguntungkan, bagi pemenuhan kepentingan ummat dan warga masyarakat Kota Bekasi.

4.    Mengembangkan peran dan kemitraan lembaga-lembaga Muhammadiyah di berbagai bidang strategis seperti pengembangan pemikiran Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain.


BAB III

PROGRAM PERBIDANG

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA BEKASI

TAHUN 2015-2020

  

A.  BIDANG TARJIH DAN TAJDID

1.    Visi Pengembangan

Berkembangnya fungsi tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam yang mendorong peran Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan yang kritis, dinamis dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan aktual sehingga Islam menjadi sumber pemikiran, moral, dan praksis sosial kehidupan umat, bangsa dalam menghadapi perkembangan zaman yang kompleks.

2.    Rincian Program :

1.    Memotivasi aktivitas lembaga majelis tarjih dan tajdid di tingkat daerah dan cabang;

2.    Menyelenggarakan kajian masalah fiqhiyah;

3.    Mendata & mendokumentasikan fatwa dan hasil munas tarjih;

4.    Melakukan sosialisasi produk-produk majelis tarjih pusat;

5.